Ada 8 Sumber Pendanaan UMKM, Anda Pilih Mana?

Ada 8 Sumber Pendanaan UMKM, Anda Pilih Mana?

Pendanaan UMKM atau usaha mikro kecil dan menengah merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan UMKM itu sendiri. UMKM sangat berperan dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sekarang ini banyak UMKM yang bermunculan dan juga menciptakan dampak positif salah satunya lapangan pekerjaan. Tapi meski demikian, masih ada masalah dan tantangan yang dihadapi di tengah banyaknya UMKM yang sedang berkembang yaitu soal pendanaan UMKM.

Tidak jarang para pelaku UMKM mencari kucuran dana dari banyak pihak tapi tidak kunjung menemukan titik temu. Tentunya banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Terutama soal ketentuan ataupun persyaratan untuk mendapatkan pendanaan UMKM yang kadang belum sesuai. Ketika memutuskan untuk memulai bisnis, para pelaku UMKM pastinya sudah memiliki modal baik itu bersumber dari dana pribadi atau keluarga. Tapi kebanyakan modal tersebut tidak bisa menutup untuk pengembangan bisnis.

Kendala Pendanaan UMKM

Kendala Pendanaan UMKM

Dari segi pendanaan masih banyak UMKM yang mengalami kesulitan mendapatkan akses pinjaman atau kredit dari bank maupun lembaga keuangan lainnya. Faktornya ada banyak seperti soal teknis dimana pelaku UMKM tidak memiliki cukup aset. Begitu juga soal nonteknis seperti keterbatasan akses informasi mengenai pola pendanaan untuk komoditas tertentu. Selain itu pihak perbankan secara umum juga mempertimbangkan komoditas yang potensial untuk diberikan pendanaan.

Pendanaan UMKM baik berupa pembiayaan atau investasi merupakan salah satu faktor keberhasilan bisnis UMKM dalam mengembangkan bisnis. Selain itu, pendanaan juga jadi kunci para pelaku UMKM supaya bisa mengakselerasikan bisnisnya dan tumuh menjadi perusahaan yang menguntungkan, mapan, dan berkelanjutan.

Penting untuk diperhatikan juga bahwa pendanaan untuk mewujudkan ide bisnis atau untuk meningkatkan pengembangan bisnis harus direncanakan dengan matang. Setidaknya terkait dengan seberapa banyak pendanaan yang dibutuhkan, pertimbangan biaya setup bisnis, investasi yang dibutuhkan, perkiraan pertumbuhan dan pengembangan, lama waktu investasi, atau perkiraan waktu memperoleh pendapatan, benefit dan keamanan yang ditawarkan.

 

Sumber Pendanaan UMKM

Bicara soal pendanaan untuk bisnis yang belum mapan dengan keterbatasan aset memang bukan hal yang mudah. Tapi bukan berarti hal tersebut tidak mungkin untuk diwujudkan. Ada banyak sumber pendanaan UMKM yang bisa dicoba. Tapi sebelum ke situ, bisnis UMKM itu sendiri juga harus berlandaskan pada gagasan yang merepresentasikan sebagai bisnis potensial dan realistis. Berikut ini adalah sumber-sumber pendanaan UMKM untuk mewujudkan ide bisnis atau untuk mengakselerasi bisnis UMKM di Indonesia.

1. Investasi Pribadi

Pendanaan UMKM ini bersumber dari dana pribadi. Bisa saja dari tabungan pribadi atau penjualan aset “tidur” pribadi yang ingin diaktifkan. Besaran pendanaan tergantung pada ketersediaan dana pribadi. Selain tidak membuang banyak waktu, investasi pribadi itu mutlak diperlukan entah itu besar atau kecil, karena investasi pribadi juga merepresentasikan kesungguhan dari pelaku usaha itu sendiri. Kebanyakan UMKM di Indonesia pasti menggunakan sumber pendanaan ini dalam menjalankan bisnisnya.

2. Keluarga atau Rekanan

Sebelum mencari pendanaan ke luar, salah satu hal yang bisa dicoba adalah dengan mengetuk pintu ke keluarga atau rekanan untuk mendapatkan pendanaan. Salah satu kemudahan untuk memilih sumber pendanaan ini adalah selain calon investor melihat dari sisi bisnis, mereka juga melihat dari sisi personal sebagai pertimbangan. Kalau keluarga atau rekanan pasti sudah lebih mengenal secara personal, sehingga lebih mudah untuk menilai kapabilitas dan memberikan kepercayaan. Perlu untuk diingat juga, walau keluarga atau rekanan, pengajuan, penghitungan dan kesepakatan pendanaan tetap harus dilakukan secara profesional, supaya di kemudian hari tidak terjadi selisih paham dan merugikan kedua pihak.

3. Angel Investor

Sumber pendanaan dari angel investor ini bisa berupa fresh money dan juga fasilitas lainnya. Dalam mendapatkan sumber pendanaan ini tentu kuncinya adalah jaringan atau networking. Temukanlah angel investor yang juga memahami industri atau bisnis yang Anda jalankan. Supaya visi dan misi Anda dengan investor bisa sejalan berdasarkan minat ataupun passion yang sama.

4. Venture Capital

Bagi bisnis UMKM mungkin memang tidak mudah untuk mendapatkan pendanaan venture capital. Pendanaan venture capital atau VC biasanya dalam bentuk ekuitas dan masuk dalam kontrol manajemen. Pendanaan VC ini jumlahnya tidak sedikit dan membutuhkan proses serta waktu yang panjang untuk mencapai kesepakatan.

5. Dana Hibah

Sumber pendanaan UMKM lainnya adalah berasal dari dana hibah. Pendanaan ini kebanyakan berasal dari pemerintah atau organisasi nir laba baik nasional maupun internasional. Ketika ingin mendapatkan dana hibah, biasanya pelaku bisnis UMKM disyaratkan mempunyai dampak sosial, merupakan bisnis dengan inovasi, dan syarat lain yang sesuai dengan program atau agenda si pemeberi dana hibah.

6. Inkubator Bisnis

Pendanaan UMKM bisa didapatkan melalui program inkubator bisnis dari suatu lembaga atau perusahaan. Inkubator bisnis memang punya visi untuk mencari, membantu dan mengelola UMKM potensial. Pendanaan yang didapatkan bisa berupa fresh money atau fasilitas seperti kantor, pelatihan dan mempertemukan dengan investor profesional.

7. Program Pembiayaan UMKM

Pendanaan UMKM ini berupa pinjaman dengan bunga lunak, termin panjang dan fasiitas grace period. Biasanya pendanaan ini merupakan program pemerintah yang penyalurannya melalui bank atau lembaga keuangan lainnya. Selain itu ada juga pihak swasta yang memiliki program pendanaan UMKM untuk memperluas lini bisnis dan komunitasnya.

8. Alternatif Sumber Lain

Selain ketujuh pendanaan UMKM yang sudah disebutkan, Anda sebagai pelaku bisnis UMKM juga bisa menanfaatkan cara lain seperti pertukaran barang atau jasa layanan dengan pihak lain atau menjalin kontrak kerja sama dengan perusahaan yang tertarik dengan bisnis atau produk dan layanan bisnis UMKM yang Anda jalankan. Bisa juga menjalin komitmen dengan konsumen yang mau menutup biaya pengembangan produk dengan insentif tertentu. Misalnya ingin terlibat dalam produksi untuk memastikan produknya sesuai yang diinginkan atau lainnya.

Pendanaan UMKM untuk Kreator Ecodoe

Salah satu inkubator bisnis yang bisa Anda ikuti adalah program Localaris dari Ecodoe. Program Localaris berfokus pada beberapa aspek mulai dari finansial dan legalitas, branding dan kualitas produk, serta pengembangan sumber daya manusia atau SDM. Di program Localaris Ecodoe, para UMKM yang tergabung dalam program pendampingan ini akan benar-benar diberikan bekal berupa wawasan dan teknis bagaimana mendapatkan pendanaan usaha.

Selain itu juga akan dibimbing bagaimana memaksimalkan pendanaan usaha yang didapatkan dengan manajemen finansial yang tepat. Bahkan para UMKM yang tergabung sebagai Kreator Ecodoe punya kesempatan untuk mendapatkan pendanaan proyek dengan nominal hingga 200 juta. Para mentor yang akan mendampingi nantinya merupakan orang-orang yang sudah paham dan pakar soal pengembangan UMKM di Indonesia.

Buat Anda yang ingin mendapatkan program pendanaan UMKM secara GRATIS, bisa bergabung menjadi Kreator Ecodoe dengan mengunjungi laman Kreator UMKM Localaris Ecodoe atau bisa juga dengan mengunduh aplikasi Ecodoe UMKM di Playstore. Ayo gabung jadi Kreator Ecodoe sekarang juga! Dapatkan Pendanaan UMKM hingga ratusan juta rupiah!